Bawaslu Pidie Jaya Gelar Diskusi Konsolidasi Demokrasi, Dorong Partisipasi Aktif Masyarakat
|
Pidie Jaya – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pidie Jaya melaksanakan kegiatan diskusi konsolidasi demokrasi dengan mengangkat isu “Membangun Demokrasi yang Kuat melalui Peningkatan Partisipasi Aktif Masyarakat”, pada Selasa, 20 Oktober 2026, bertempat di Warkop Rimba Kupi, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya.
Kegiatan yang berlangsung selama 90 menit ini diikuti oleh empat peserta dari unsur masyarakat. Diskusi tersebut menjadi ruang dialog untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya keterlibatan aktif dalam menjaga dan memperkuat kehidupan demokrasi.
Diskusi dibuka langsung oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Pidie Jaya, Mahfuzzal, S.H. Dalam pembahasan tersebut, ia menekankan bahwa partisipasi masyarakat merupakan salah satu faktor penting dalam memperkuat konsolidasi demokrasi. Keterlibatan masyarakat tidak hanya terbatas pada penggunaan hak pilih dalam pemilihan umum, tetapi juga mencakup penyampaian aspirasi, pengawasan terhadap kebijakan pemerintah, serta keterlibatan dalam berbagai kegiatan sosial dan politik.
Menurut pembahasan dalam diskusi, partisipasi masyarakat yang aktif dapat mendorong terciptanya pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan rakyat. Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa demokrasi bukan hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara negara, melainkan juga membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat.
Sementara itu, Teuku Dian menyampaikan bahwa peningkatan partisipasi masyarakat masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya rendahnya kesadaran politik, kurangnya pendidikan demokrasi, serta penyebaran informasi yang tidak benar. Kondisi tersebut dapat memengaruhi pemahaman masyarakat terhadap hak dan kewajibannya sebagai warga negara.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan upaya bersama melalui peningkatan pendidikan politik, perluasan akses informasi yang benar, serta penyediaan ruang partisipasi yang terbuka dan inklusif. Dengan demikian, masyarakat diharapkan mampu menyampaikan aspirasi, memberikan kritik yang konstruktif, dan terlibat secara bertanggung jawab dalam proses demokrasi.
Diskusi ini juga menegaskan pentingnya membangun kesadaran masyarakat bahwa partisipasi demokrasi dapat diwujudkan melalui berbagai cara, baik dengan menggunakan hak pilih, mengikuti musyawarah, menyampaikan pendapat, maupun mengawasi pelaksanaan kebijakan publik.
Sebagai tindak lanjut, diperlukan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan pendidikan politik dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keterlibatan dalam proses demokrasi. Pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat membuka ruang dialog agar aspirasi masyarakat dapat tersampaikan dan menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan publik.
Melalui kegiatan konsolidasi demokrasi ini, Bawaslu Kabupaten Pidie Jaya berharap tumbuh kesadaran kolektif masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kualitas demokrasi. Partisipasi masyarakat yang kritis, cerdas, dan bertanggung jawab diharapkan mampu memperkuat demokrasi yang inklusif, transparan, dan berkelanjutan, termasuk dalam mendukung pengawasan pemilu yang partisipatif.
Penulis : Humas Bawaslu Pidie Jaya
Editor : Humas Bawaslu Pidie Jaya